UP

INVESTASI DI SAHAM ATAU REKSADANA SAHAM

Sebelumnya apa Anda sudah membaca artikel mengenai 'Jenis Dari Investasi Reksa Dana'?


CONTOH RENCANA MENGATUR KEUANGAN

PERTANYAAN

Saya 23th mahasiswa yang sebentar lagi (akhirnya) akan lulus, mempunyai penghasilan sampingan rata-rata 2jt/bulan & dan pengeluaran rata-rata 1,2jt/bulan. saya mempunyai tabungan 7jt di bank dan tidak ingin membiarkan uang-uang saya yang sudah dan akan datang diam membusuk disana.

Impian saya adalah:
1. berhasil mengajukan KPR 4th dari sekarang (usia 27th),
2. berhasil menikahi seorang gadis 6th dari sekarang (usia 29th),
3. berhasil mempunyai pasif income.


Reksadana Saham atau Saham, Mana yang Lebih Cocok

Saya masih ragu akan investasi pada reksadana saham atau langsung ke saham, karena dua jenis investasi ini mempunyai return paling tinggi untuk investasi jangka panjang.

Melihat latar belakang diatas:

(1) Cara investasi yang mana yang dapat mewujudkan impian saya?

(2) Tahapan-tahapan apa yang perlu saya lakukan untuk memulainya.

(3) Andaikan tahun depan saya sudah bekerja dan mendapatkan penghasilan tetap 2jt/bulan, berarti total pendapatan tetap & sampingan 4jt/bulan, bagaimana investasi selanjutnya (jika ada) agar impian saya semakin nyata dapat terwujud?

(4) Apa yang perlu saya perhatikan selama melakukan investasi, apa saja kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dan bagaimana menyingkapinya? POIN #4 TERJAWAB DISINI



JAWABAN

Pertama-tama, kami ucapkan selamat karena, sebagai mahasiswa, kamu sudah bisa mendapatkan penghasilan dan sudah mau merancang rencana keuangan masa depan.

Melihat kondisi kamu sekarang, jalan untuk mewujudkan 3 impian itu kemungkinan besar akan lancar. Namun diperlukan konsistensi untuk mencapainya.

Seperti yang kamu bilang, investasi reksadana saham dan saham tergolong memberikan return paling tinggi. Namun perlu diketahui, dalam investasi berlaku ketentuan bahwa makin tinggi potensi return, makin tinggi pula potensi loss alias kerugian.



Selanjutnya, kita akan bahas poin-poin di atas yang akan terangkum dalam 2 poin.


1. Investasi mengenal jangka pendek, menengah, dan panjang. Melihat tujuan investasi kamu, 4 tahun dan 6 tahun itu termasuk jangka menengah-panjang. Reksadana saham maupun saham cocok sebagai pilihan.

Dengan rata-rata penghasilan sampingan Rp 2 juta dan pengeluaran Rp 1,2 juta, berarti ada sisa Rp 800 ribu yang bisa dimanfaatkan hingga tahun depan kamu lulus. Atas asumsi dana Rp 800 ribu ini tak terpakai untuk keperluan kuliah, sebenarnya kamu sudah bisa memulai investasi reksadana.

Beberapa jenis reksadana memerlukan dana minimal Rp 500 ribu saja untuk investasi. Memang, hasilnya tak sebesar investasi saham langsung.

Hitungan return investasi saham kurang-lebih sama dengan reksadana saham. Namun tidak ada potongan-potongan karena dijalankan sendiri. Karena itu, diperlukan pengetahuan yang luas mengenai investasi saham agar untung, bukan malah buntung.




2. Untuk memulai investasi, kamu harus menetapkan tujuan investasi dan memahami seluk-beluk jenis investasi itu.Di sini, tujuan investasinya adalah bisa mengambil KPR 4 tahun ke depan dan memastikan pernikahan 6 tahun ke depan.

Untuk mengajukan KPR, dibutuhkan uang muka dan biaya lainnya kira-kira 10 persen dari harga rumah. Uang muka saat ini 20 persen, tapi bisa saja naik atau turun pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai perkiraan, uang muka 20 persen dan harga rumah yang akan dibeli sebesar Rp 300 juta. Maka, diperlukan dana sebesar:

(20 persen x Rp 300 juta) + (10 persen x Rp 300 juta) = Rp 60 juta + Rp 30 juta = Rp 90 juta.

Artinya, dalam 4 tahun ke depan kamu harus mendapatkan Rp 83 juta (karena sudah ada tabungan Rp 7 juta). Itu hanya untuk membayar DP total, belum termasuk dana cadangan dan lainnya.

Dengan begitu, tiap tahun mesti ada pemasukan minimal Rp 83 juta : 4 tahun = Rp 20,75 juta. Atau per bulan = Rp 1,7 juta.

Atas perkiraan gaji Rp 2 juta per bulan setelah lulus, berarti hanya tersisa Rp 300 ribu untuk hidup sebulan. Tapi itu jika dana ditabung.

Alih-alih ditabung semuanya, sebagian dana tersebut bisa dialokasikan untuk investasi reksadana saham. Rumus rencana keuangan standar bagi tiap individu/keluarga adalah:
10 persen ditabung, 10 persen untuk investasi, 10 persen untuk asuransi, 30 persen untuk bayar cicilan, dan sisanya untuk kebutuhan selama sebulan.

Jika tidak ada cicilan, pos 30 persen itu bisa disalurkan ke pos lainnya, misalnya investasi. Modal investasi yang lebih besar tentunya menjanjikan return yang lebih besar pula.

Namun ingat, komponen biaya KPR juga mencakup cicilan per bulan. Sesuaikan kemampuan keuangan dengan besaran cicilan yang disanggupi.

Sebisa mungkin perbesar pembayaran uang muka. Dengan demikian, cicilan per bulan bisa lebih ringan dan tenor lebih pendek.

Adapun untuk menikah, pengeluaran pertama adalah biaya pernikahan. Disarankan tidak menggelontorkan dana berlebihan untuk resepsi. Sebab, esensi pernikahan adalah rumah tangga yang dijalin kemudian.

Jadi, lebih baik dana dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kelak. Misalnya memilih gedung yang harga sewanya terjangkau, tidak terlampau banyak memasang hiasan tinggi, menggelar resepsi sendiri ketimbang menyewa event organizer, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.



CATATAN

Seperti disebutkan di atas, reksadana saham lebih ramah buat pemula ketimbang investasi saham langsung. Reksadana saham bisa menjadi batu pijakan untuk terjun sendiri ke Bursa Efek.

Karena itu, disarankan untuk aktif mengamati pergerakan saham meski investasi sudah diatur manajer investasi. Info seputar saham ini bisa dilihat melalui media massa maupun langsung ke Bursa Efek.

Setelah merasa pengetahuan sudah cukup, barulah menjadi investor saham untuk diri sendiri. Potensi return lebih tinggi, tanpa potongan dan biaya lain-lain.

Semoga penjelasan kami dapat membantu kamu dalam menentukan investasi yang paling tepat demi mewujudkan keinginan kamu.

Selamat berinvestasi!



Postingan terkait: