UP

MEMILIH BELI ATAU KONTRAK RUMAH

Bingung Sewa Rumah atau Nyicil KPR? Sewa rumah memang merupakan beban tersendiri dimana harga sewa terlalu banyak yang overprice, disamping itu repot untuk pindah kesana dan kesini. Tapi terkadang mengontrak rumah juga ada bagusnya bila memang situasi kita tidak bisa menetap karena pekerjaan.

Bingung Mau Beli atau Kontrak Rumah? Jawab Dulu 10 Pertanyaan Ini


1. Apa prioritas Anda dalam lima tahun ke depan?

Bagi Anda yang baru memulai karier sering lupa bahwa Anda mungkin tidak akan selamanya tinggal di kota yang sama. Mengejar karier seringkali berarti harus bersedia berganti pekerjaan, dimutasi atau dipromosikan ke kedudukan lebih tinggi di kota berbeda.

Apabila prioritas Anda masih ingin berfokus pada karier, maka ada baiknya Anda menyewa rumah. Sebaliknya, apabila Anda sudah berpikir untuk menetap dan memiliki kemapanan, maka bisa mengambil kredit KPR sehingga lebih hemat.

2. Apakah punya tabungan cukup untuk membayar uang muka rumah?

Anda yang ingin membeli rumah sendiri harus memiliki tabungan yang cukup untuk membayar uang muka rumah. Rumah yang ingin dibeli via KPR harus dibayar uang muka minimal 20 persen secara tunai.

Penghasilan Tetap

3. Apa Anda memiliki penghasilan yang tetap?

Memiliki pendapatan tetap setiap bulan akan menjadi pertimbangan oleh bank atau perusahaan pembiayaan untuk memastikan Anda dapat membayar angsuran kredit. Oleh karenanya, pastikan dahulu Anda memiliki penghasilan yang tetap sebelum mengajukan kredit pinjaman rumah.

4. Bandingkan harga pengeluaran sewa rumah dan cicil rumah

Biaya sewa dan biaya cicilan rumah. Pasti nilainya gak terlalu jauh kok. Atau bahkan sama.
Kamu dan pasangan misalnya, setiap bulan ngeluarin duit Rp 2 juta buat ngontrak rumah di Jakarta. Itupun rumah yang disewa ukurannya sempit sekali.
Jika biaya sewa dan cicilan rumah sama besarnya, mendingan pilih cicil rumah aja. Toh, rumah yang dicicil akan jadi hak milik. Selain itu, rumah yang dicicil bisa direnovasi sesuai keinginan.
Berbeda dengan sewa rumah. Sampai kapanpun rumah gak akan jadi milik kita. Selain itu, harga sewanya berpotensi terus naik. Dan kita pun gak bisa renovasi dong. Lha iya, wong rumah punya orang kok.

5. Survey harga, lokasi, dan hitung cicilan KPR

Bagi pasangan suami istri, menyewa rumah sih boleh aja. Tapi jangan kelamaan. Apalagi sampai puluhan tahun. Maka, segeralah memutuskan untuk nyicil rumah.
Harga rumah Rp 300 jutaan sekarang masih tersedia kok di beberapa daerah pinggiran Jakarta. Kalau udah nemu lokasi dan harga yang cocok, kamu bisa siapin buat biaya cicilan per bulannya berapa.

6. Mulai latihan alokasikan pendapatan buat nabung uang muka

Dari hasil simulasi di atas, udah tahu kan kalau nyicil rumah lebih untung daripada sewa rumah? Kalau udah tahu keuntungannya, ada baiknya kamu dan pasangan mulai latihan nabung buat biaya uang muka.
Menabung buat uang DP rumah ketika masih ngontrak memang cukup berat. Apalagi kalau pendapatan kamu dan pasangan tergolong pas-pasan. Tapi ini bisa dilakukan pelan-pelan.
Misalnya mulai dengan Rp 500 ribu sebulan. Nanti pelan-pelan bisa dinaikkan seiring dengan peningkatan pendapatan berdua. Gak mungkin dong penghasilan kamu dan pasangan segitu-gitu aja dalam jangka panjang?
Banyak cara buat nambah pendapatan di zaman now. Salah satunya adalah dengan kerja sampingan atau buka usaha sampingan. Coba aja kalau emang serius mau beli rumah.

7. Mencicil rumah dengan KPR terbaik

Kalau udah memutuskan untuk mencicil rumah, berarti kamu dan pasangan udah selangkah lebih maju. Pengelolaan keuangan kamu berarti lebih sehat dibandingkan saat menyewa rumah.
Namun, jangan buru-buru buat nyicil rumah. Baiknya kamu dan pasangan pilih skema cicilan terlebih dahulu. Pilih skema KPR yang menurut kamu lebih fleksibel, aman, dan nyaman.
Banyak lho pihak perbankan yang melayani KPR tetapi sering bikin ribet nasabah. Tapi ada juga perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya yang memudahkan banget buat KPR.
Artinya, sebelum memutuskan buat nyicil rumah, baiknya cari info terlebih dahulu soal seluk beluk KPR. Tanya orang yang ahli atau perencana keuangan misalnya. Yang penting kamu nyicil rumah dengan matang dan terukur.

8. Hitung pendapatan suami dan istri

Katakanlah kamu dan pasangan bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Pendapatan tiap bulan masing-masing Rp 5 juta. Dengan demikian pendapatan kamu dan pasangan Rp 10 juta per bulan.
Dari pendapatan Rp 10 juta tersebut, pengeluaran bulanan keduanya mencapai Rp 7 juta. Maka ada sisa Rp 3 juta dari biaya kebutuhan kamu dan pasangan. Sisa uang tersebut terhitung aman untuk biaya cicilan rumah.

9. Bagaimana kondisi kredit Anda?

Banyak orang yang memilih untuk mengajukan KPR untuk membantu mereka mendapat pembiayaan atas rumah yang diinginkan. Tapi perlu Anda cermati bahwa kondisi kredit Anda akan sangat berpengaruh terhadap hal ini. Mereka yang pernah berurusan dengan bank karena kredit macet lebih sulit untuk mendapat peminjaman yang lain.

10. Apakah Anda siap mengurus rumah sendiri?

Memiliki rumah sendiri berarti Anda harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. Mulai dari perbaikan hingga biaya perawatan. Jika Anda masih ingin tempat tinggal yang lebih praktis, maka mengontrak merupakan solusi yang lebih baik. Tapi, jika Anda sudah siap dengan berbagai hal yang bisa terjadi, maka membeli rumah bisa dijadikan pilihan yang tepat.

Jadi, udah siap nih kamu dan pasangan buat nyicil rumah? Cicil aja deh, daripada sewa terus. Ya kan!



TIPS AGAR BAYAR CICILAN KPR LANCAR

Simulasikan cicilan KPR Anda per bulannya lewat kalkulator keterjangkauan.

Ya, beli rumah dengan cicilan KPR membantu Anda mewujudkan impian Anda untuk punya rumah sendiri.

Apalagi saat ini kebijakan Pemerintah terhadap kebijakan uang muka untuk pembeli rumah pertama makin murah.


TIP AGAR BAYARNYA LANCAR

•  Pilihlah bank yang sehat dan memiliki kredibilitas dalam penyaluran kredit.

•  Bank tersebut harus memiliki hubungan kerja sama dengan developer yang bersangkutan.

Hal ini diperlukan untuk memudahkan administrasi dan kelancaran proses pencairan kredit.
Tentunya, pihak developer yang bersangkutan pun telah menyeleksi bank-bank yang akan diajak kerja sama.


Postingan terkait: