UP

WASPADA PETUGAS PDAM PALSU KE RUMAH ANDA

Aksi pencurian dengan berpura-pura menjadi petugas PDAM masih saja dijumpai setiap tahun. Untuk meminimalkan hal itu, PDAM mengubah sistem penggantian meteran air. Mulai tahun ini, PDAM tidak lagi mengganti meteran secara perorangan. Penggantian meteran langsung dilakukan serentak satu rukun tetangga (RT).

Dirut PDAM Mujiaman Sukirno menjelaskan, langkah itu diambil agar program penggantian meter air tidak dimanfaatkan pihak yang mencari keuntungan perorangan atau bahkan pencuri. Tahun ini petugas diwajibkan untuk meminta izin dari ketua RT, lalu mengganti seluruh meteran di kampung tersebut tanpa terkecuali. “Jadi, petugas langsung bilang, ‘Pak RT meteran kampungmu tak ganti semua.”



Waspada! Petugas PDAM Palsu ke Rumah Anda


Sebelumnya, penggantian meteran air dilakukan secara sporadis. Dari satu rumah ke rumah lain sesuai daftar antrean meteran air yang sudah uzur.
Idealnya, meteran air harus diganti setelah lima tahun.
Model penggantian meteran air semacam itu rawan dimanfaatkan pencuri karena dalam satu tahun PDAM menargetkan penggantian 80 ribu meteran air.



Lantas bagaimana jika ada permohonan ganti meter dari salah seorang pelanggan?
Hal itu dikecualikan. "Kalau itu, konteksnya beda. Laporan bakal tetap kami tangani perorangan."
Laporan tersebut justru bakal ditanggapi lebih cepat. PDAM berjanji setiap keluhan ditangani hari itu juga.




WASPADA PETUGAS PALSU DI INDONESIA SUDAH JADI SIFAT

Dari pengalaman tahun sebelumnya, para pencuri selalu datang bergerombol. Minimal dua orang. Satu orang mengalihkan perhatian dengan menunjukkan cara kerja meteran air.

Pelaku lebih sering menyamar sebagai petugas meteran air PDAM ketimbang petugas PLN. Sebab, letak meteran tersebut berada di bawah. Karena itu, perhatian penghuni rumah lebih mudah dialihkan. Pada saat fokus penghuni rumah tertuju pada meteran air, pelaku lain masuk ke rumah untuk mencari barang-barang berharga.


PERTANYAAN

Bagaimana bila ada orang ke Rumah meminta izin mengganti Meteran Air PDAM?

Pengalaman pelanggan PDAM yang kedatangan 'tamu' atau 'petugas' ingin mengganti meteran air. Bagaimana sebenarnya hal ini?
Petugas PDAM Selalu Dibekali Surat Tugas

Kemarin sore, sewaktu saya masih berada di kantor, tiba-tiba ada orang dari pihak ketiga PDAM Semarang Timur datang ke rumah saya dan meminta izin untuk mengganti meteran air. Surat ditunjukkan ke pembantu saya, kemudian pembantu saya telepon ke saya. Tetapi karena tidak ada sosialisasi sebelumnya, maka saya tidak kasih izin petugas untuk masuk.

Pertanyaan saya:

1. Kenapa meteran harus diganti padahal meteran saya itu tidak rusak?
2. Kalau memang harus diganti, kenapa hanya rumah saya saja sedangkan rumah tetangga tidak diganti meterannya?
3. Apakah ada biaya yang harus ditanggung pelanggan?
4. Apa bedanya meteran yang lama dengan meteran yang baru?

Mohon untuk di-sosialisasi-kan sebelumnya, sehingga masyarakat tidak bingung mengingat maraknya kejahatan yang berkedok petugas listrik, PAM, serta telepon dan lain-lain.


JAWABAN

Terimakasih atas pertanyaan yang disampaikan. Program penggantian meter pelanggan adalah program rutin yang dilaksanakan oleh PDAM dengan tujuan untuk selalu menjaga keakurasian pembacaan dari meter air tersebut. Hal ini dilakukan dengan meter air yang usia pasangnya lebih dari lima tahun atau meter air yang keakurasian bacaannya sudah tidak maksimal.
Petugas PDAM selalu dibekali dengan surat tugas Apabila ada orang yang mengaku dari PDAM tetapi tidak dilengkapi surat tugas yang jelas, dapat dipastikan itu bukan petugas dari PDAM.

Sedangkan untuk penggantian tidak dikenakan biaya, dengan catatan meter air tidak hilang atau tidak rusak.



CARA MENGHUBUNGI PDAM INDONESIA

Untuk info layanan informasi dan pengaduan pelanggan dapat disampaikan melalui call center PDAM :

Twitter

Instagram

Website

- PDAM Tirta Moedal Kota Semarang (024) 76920999.
- PDAM Kota Bandung Customer Care: (022) 2509030. WhatApps Center: 081222236672.
- PDAM Kota Jakarta (021) .


PETUGAS PEMERINTAHAN PALSU


Postingan terkait: